Sosial calendar_today 18 Oktober 2026

Respons Penurunan Kualitas Udara, Yayasan Butta Porea Indonesia dan Lintas Komunitas Bagikan Masker Gratis di Makassar

person

Buttaporea

Penulis Konten

Respons Penurunan Kualitas Udara, Yayasan Butta Porea Indonesia dan Lintas Komunitas Bagikan Masker Gratis di Makassar

Yayasan Butta Porea Indonesia bersama Gerakan Tanamitanata dan koalisi relawan menggelar aksi sosial pembagian masker gratis di perempatan Jl. Hertasning – Jl. A.P. Pettarani untuk merespons penurunan kualitas udara akibat kabut asap Karhutla di Makassar.

Merespons imbauan Walikota Makassar terkait menurunnya kualitas udara akibat dampak kabut asap Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Yayasan Butta Porea Indonesia mengambil langkah cepat dan nyata di lapangan.

Bekerja sama dengan Gerakan Tanamitanata, Patriot Revolusi Indonesia, Permabudhi Makassar, Komunitas Manggala Tanpa Sekat, serta Gerakan Turun Tangan Makassar, kolaborasi lintas komunitas ini menggelar Aksi Sosial Peduli Sesama: Pembagian Masker Gratis kepada pengguna jalan dan masyarakat Kota Makassar pada Minggu (18/10/2026).

IMG_6581.jpg 3.36 MB

Aksi kepedulian ini dipusatkan di salah satu titik padat lalu lintas kota, yakni perempatan lampu merah Jl. Hertasning – Jl. A.P. Pettarani. Pembagian masker gratis ini bertujuan untuk membantu menjaga kesehatan pernapasan warga yang tetap harus beraktivitas di luar rumah di tengah kondisi udara yang kurang sehat.

Aksi tanggap ini menjadi bukti nyata komitmen dan rasa cinta para relawan terhadap kesehatan masyarakat Kota Makassar dalam menghadapi tantangan cuaca ekstrem dan krisis kualitas udara.

IMG_6578.jpg 2.85 MB

Sebagai bentuk edukasi publik, Yayasan Butta Porea Indonesia juga mengimbau seluruh warga Makassar untuk tetap waspada dengan mengutamakan langkah-langkah pencegahan, seperti:

  • Mengurangi aktivitas di luar ruangan yang tidak mendesak.
  • Mengonsumsi air putih dalam jumlah yang cukup untuk menjaga hidrasi tubuh.
  • Selalu menggunakan masker standar saat harus beraktivitas di luar rumah.

Melalui sinergi antar-relawan, komunitas, dan stakeholder ini, diharapkan masyarakat Kota Makassar dapat tetap tangguh, sehat, serta saling menjaga kesehatan pernapasan di tengah situasi yang menguji.

Bagikan artikel ini:

Berita Terkait