Yayasan Butta Porea Indonesia menghadiri kuliah umum Kedutaan Besar Kerajaan Inggris di Universitas Hasanuddin untuk memperkuat jejaring kemitraan global dalam mendukung ekonomi hijau, pembangunan rendah karbon, dan pemberdayaan masyarakat.
Komitmen dalam mendorong pembangunan berkelanjutan dan penyelamatan lingkungan hidup terus diperluas hingga ke jejaring internasional. Yayasan Butta Porea Indonesia secara resmi menghadiri undangan penting dalam rangka pelaksanaan program Low Carbon Development Initiative - Innovation and Technology Fund (LCDI - ITF) yang diselenggarakan oleh Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin (Unhas).

Agenda internasional ini dirangkaikan dengan penyambutan kunjungan kerja Duta Besar Kerajaan Inggris untuk Indonesia dan Timor-Leste, H.E. Dominic Jermey CVO OBE, dalam kegiatan Public Lecture bertajuk “Green Economy and Low Carbon Growth: The UK and Indonesia’s Shared Agenda For The Future” yang berlangsung khidmat di Kampus Universitas Hasanuddin, Makassar, pada Senin (19/10/2026).
Kegiatan strategis ini dihadiri secara langsung oleh:
- Andi Pangerang Nur Akbar, S.STP., M.M. – Ketua Yayasan Butta Porea Indonesia
- Fahmid Mappa, S.Pt. – Ketua Divisi Peternakan Yayasan Butta Porea Indonesia
Kehadiran jajaran pimpinan Yayasan Butta Porea Indonesia dalam forum ilmiah dan diplomatik ini menjadi langkah krusial dalam memperluas jangkauan kemitraan lintas sektor, sekaligus menyerap gagasan inovatif terkait penerapan teknologi hijau dan ekonomi rendah karbon.
Melalui ruang diskusi bersama para akademisi, pemerintah, dan perwakilan diplomatik Inggris, Yayasan Butta Porea Indonesia berupaya membuka peluang kolaborasi strategis—khususnya dalam pengembangan potensi peternakan berkelanjutan, pengelolaan lingkungan hidup, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis ramah lingkungan di Sulawesi Selatan.
Bagikan artikel ini:

